Tiket Masuk Lawang Sewu Semarang

tiket masuk lawang sewu

Tiket Masuk Lawang Sewu – Siapa sich yang tidak tahu ikon Kota Semarang yang terletak di Bundaran Tugu Muda ini, Yupz, Lawang Sewu merupakan salah satu destinasi wisata wajib di Kota Lumpia ini.

Letaknya sangat strategis karena berada di titik kumpul 5 arah penjuru mata angin, sehingga sangatlah mudah mencari letak Lawang Sewu ini.

Apalagi bangunan ini berdiri megah dengan ciri khas ber-cat putih dan banyak terdapat jendela-jendela besar khas peninggalan zaman Belanda.

Bila kalian berlibur ke Semarang, kalian wajib datang ke Lawang Sewu ini. Kalau belum kesini kurang lengkap rasanya.

Gedung ini tidak istimewa-istimewa amat sich sebenarnya. Ia menjadi istimewa karena dinaungi oleh cerita-cerita mistis yang menyelimutinya dari tahun ke tahun.

Layaknya gedung tua, ya tampilannya unik. Tapi buat orang jakarta, kayaknya di kota tua juga ada gedung-gedung sejenis inilah.

Bedanya mungkin banyak pintunya. Plus di dalamnya ada peninggalan-peninggalan masa lalu terkait penggunaan gedung ini.

tiket masuk lawang sewu
Lawang Sewu, foto by @jeffrymori

Buat yang suka sejarah, cocoklah kesini. Buat yang suka selfie, asal tau angle yang pas, mantap juga kesini.

Di Lawang Sewu ini terdiri dari beberapa gedung dan ornamen-ornamen yang masih terlihat khas tempo dulu.

Di salah satu gedung terdapat sebuah jendela jika masih ada sinar matahari akan terlihat bercahaya sehingga gambar di jendela itu terlihat hidup.

Disini juga ada wisata penjara bawah tanah tempat dulu penjajah Belanda memenjarakan pribumi yang menentang pemerintahan.

Cukup mengerikan, mendengar apa yg disampaikan oleh tour guide. Di sini juga menyediakan jasa tour guide yang akan menceritakan dari mulai asal mula bangunan ini dibangun.

Lawang Sewu berada dibawah naungan Perum PJKA. Sehingga kita masih bisa melihat sejarah berdirinya Kereta Api di Indonesia melalui museum mini yang ada di kompleks Lawang Sewu.

tiket masuk lawang sewu
Kepala lokomotif, foto by @meli5ive

Ada lokomotif yang terdapat di sisi depan Gedung. Demikian juga ada protoype kepala lokomotif yang menempel di salah satu gedung bangunan.

Harga tiket masuk Lawang Sewu pada tahun 2020 ini masih sangat terjangkau yaitu Rp 10.000 untuk orang dewasa, dan Rp 5.000 untuk anak-anak serta pelajar.

Bangunan ini terlihat makin eksotik di malam hari karena bertaburan lampu temaram. Coba dech ..adeeemmm rasanya.

Silakan berpuas-puas diri foto di Lawang Sewu, ada guide lokalnya juga. Hanya saja tempat parkir untuk mobil yang sangat mepet sungai karena tidak ada lapangan parkir khusus.

Harus dipikirkan pihak Pemkot Semarang dalam mensiasati lahan parkir agar tidak terjadi parkir liar di mana-mana.

Biasanya para pengunjung memarkirkan kendaraannya di sekitar ruko-ruko di dekat Lawang Sewu ini. Disarankan memarkir kendaraan di DP Mall atau Museum Mandala Bakti.

Tiket Masuk Lawang Sewu

TiketKategoriHarga
Tiket MasukDewasaRp. 10.000
 PelajarRp. 5.000
 Anak-anakRp. 5.000

Lokasi

  • Alamat : Jl. Pemuda, Sekayu, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132
  • Jam Buka : Setiap hari, 07.00 – 21.00 WIB
  • Telepon : (024) 3542015

Sejarah Lawang Sewu

Gedung Lawang Sewu mulai dibangun oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 27 Februari 1904 dan baru selesai pada tahun 1907.

Di awal-awal gedung ini berdiri, Lawang Sewu difungsikan sebagai kantor Nederlands Indische Spoorweg Maatschappj (NIS), sebuah perusahaan kereta api swasta milik Belanda.

NIS inilah yang pertama kali membangun jalur kereta api di tanah air yang menghubungkan Semarang, Surakarta dan Yogyakarta. Jalur pertama yang dibangun adalah Semarang-Temanggung pada tahun 1867.

Direksi NIS mempercayakan desain dan rancangan gedung kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Quendag. Mereka berdua tinggal di Amsterdam, Belanda.

tiket masuk lawang sewu
foto by @lisaaprila

Proses perancangan bangunan Lawang Sewu ini semuanya dilakukan di Belanda. Usai rancangan selesai, gambar-gambar rancangan tersebut lalu dibawa ke Kota Semarang.

Namun seiring berkembangnya waktu, bangunan tersebut sudah tak memadai, karena staff dan pegawai NIS makin banyak, sehingga diusulkan untuk membangun kantor yang lebih luas di lokasi lain.

Nah, setelah ditinggalkan oleh NIS, gedung Lawang Sewu ini sering digunakan oleh penjajah Belanda sebagai penjara dan tempat penyiksaan pejuang tanah air.

Tak sedikit pejuang yang meregang nyawa di gedung ini, oleh sebab itu Lawang Sewu ini menjadi sangat angker.

Mitos Lawang Sewu

Lawang Sewu Semarang memang terkenal sangat angker karena dahulu digunakan sebagai tempat penyiksaan para pejuang tanah air oleh penjajah Belanda.

Banyak mitos yang berkembang di masyarakat tentang Lawang Sewu ini, seperti :

1. Mitos Sumur Tua

tiket masuk lawang sewu
Sumur Tua Lawang Sewu

Ada sebuah sumur tua di halaman bangunan Lawang Sewu ini. Konon katanya dari dalam sumur tersebut sering terdengar suara rintihan, teriakan, hingga ketakutan.

Padahal kenyataannya sumur tua tersebut dalam keadaan terkunci dan bahkan tidak pernah dibuka sama sekali.

2. Mitos Penjara dan Bunker

tiket masuk lawang sewu
Bunker Lawang Sewu

Di area bawah tanah Lawang Sewu terdapat lorong bekas penjara yang oleh penduduk setempat disebut dengan lorong hantu.

Mitosnya, jika kalian berdiam diri dan jongkok di lorong tersebut, maka kalian akan melihat bayangan berbentuk manusia yang memiliki mata berwarna hijau menyala.

Bayangan menakutkan tersebut akan bergerak dengan cara merangkak, sungguh mengerikan mitosnya.

Galeri Gambar Lawang Sewu

tiket masuk lawang sewu
foto by @nadyamawarj_
tiket masuk lawang sewu
foto by @malieq_maul95
tiket masuk lawang sewu
foto by @enno.ennok
tiket masuk lawang sewu
foto by @dr_intansoraya
tiket masuk lawang sewu
foto by @enno.ennok
tiket masuk lawang sewu
foto by @enno.ennok
tiket masuk lawang sewu
foto by @dr_intansoraya
tiket masuk lawang sewu
foto by @tanti_kmf

Oke sekian dulu ya sob review kita tentang harga tiket Lawang Sewu Semarang ini beserta sejarah dan mitos angker disini. Semoga bermanfaat.

source : hargaticket.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *